PELUANG USAHA YANG MENJANJIKAN
Beberapa langkah penting yang harus anda lakukan untuk
membuka usaha grosir sembako diantaranya :
1.
Menentukan lokasi yang strategis
Langkah ini
mutlak anda lakukan sebelum memutuskan untuk membuaka usaha grosir sembako
karena lokasi sangat menentukan kesuksesan usaha grosir sembako. Pilihlah lokasi yang mudah dijangkau, parkir yang
memadai,mudah dilalui kendaraan besar seperti mobil truk karena untuk
mempermudah distribusi.Perhatikan juga pesaing anda apakah sudah banyak atau
masih sedikit Idealnya belum banyak pesaing.Amati juga target pasar anda apakah
disekitar lokasi banyak toko toko sembako.
2.
Tentukan pemasok toko grosir anda.
Usaha grosir
sembako sangat tergantung pada pasokan barang dari pihak lain misalnya agen
atau distributor langsung.Namun untuk langkah awal membuka usaha grosir sembako
anda bisa mencari pasokan dari agen besar dan anda harus bayar tunai.Jika usaha
grosir anda sudah berjalan dan memiliki pelanggan tetap anda bisa mencari
pasokan dari distributor langsung dan biasanya tanpa diundangpun mereka akan
datang ke toko anda.Jika omsetnya bagus bukan tidak mungkin anda akan diberii
fasilitas bayar tempo sehingga usaha anda bisa semakin besar.
3.
Siapkan Sarana pendukung.
Merintis
usaha grosir sembako diperlukan ketekunan dan kesabaran tidak bisa langsung
maju dalam waktu sekejap.Apalagi jika sudah ada pesaing anda harus pandai pandai
mencari pelanggan baru.Salah satu nilai lebih yang bisa anda jadikan sebagai
daya tarik bagi pembeli adalah pelayanan.Berikan pelayanan kepada pembeli
dengan sebaik-baiknya misalnya proses transaksi yang cepat atau layanan
antar.Oleh karena itu anda harus menyiapkan sarana pendukung agar pelayanannya
memuasakan misalnya kendaraaan untuk layanan antar atau karyawan untuk membantu
pelayanan.
HARGA BAHAN SEMBAKO DI BANYUMAS
Masuk
pekan ketiga bulan Februari, harga beberapa komoditas bahan kebutuhan pokok di
pasaran kembali naik, yakni bawang, cabai dan beras.
Berdasarkan pantauan harga yang dilakukan di beberapa pasar di wilayah Purwokerto, jika dibandingkan pekan lalu kenaikan harga bawang mencapai Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per kilogramnya.
Berdasarkan pantauan harga yang dilakukan di beberapa pasar di wilayah Purwokerto, jika dibandingkan pekan lalu kenaikan harga bawang mencapai Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu per kilogramnya.
Salah satu pedagang bumbu di Pasar Wage, Jumiati mengatakan, saat ini harga bawang merah mencapai Rp 24 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu. “Bawang putih juga naik sekarang. Harganya jadi Rp 30 ribu per kilogram,” katanya.
Dijelaskan, sejak pekan lalu harga bawang semakin naik jika dibandingkan pekan-pekan sebelumnya. Hal itu dikarenakan pasokan di pasaran yang mulai menipis.
Lebih lanjut dia mengatakan, tidak hanya bawang yang mengalami kenaikan harga. Beberapa komoditas yang tergabung dalam kelompok hasil pertanian pangan juga naik.
Jumiati mengatakan, untuk komoditas cabai merah besar keriting saat ini mengalami kenaikan harga sekitar Rp 5 ribu per kilogramnya, yaitu mencapai Rp.28 ribu. Sedangkan harga cabai merah besar biasa naik dari sebelumnya Rp.21 ribu per kilogram menjadi Rp 26 ribu.
“Untuk cabai hijau besar naik dari Rp.10 ribu per kilogram menjadi 20 ribu per kilogram dan cabai rawit merah naik dari Rp 19 ribu per kilogram menjadi Rp 20 ribu per kilogram,” ujarnya.
PURWOKERTO, suaramerdeka.com – Harga beberapa jenis cabai di pasar
tradisional Banyumas pada pekan pertama Februari kembali merosot. Penurunan
harga dipicu melimpahnya pasokan barang di pasar.
Berdasarkan data hasil pemantauan tim
Dinperindagkop Banyumas, mencatat cabai rawit merah
di tingkat eceran sebesar Rp 32.000 per kilogram.
Padahal, pada pekan terakhir di bulan Januari sebesar Rp 47.000
per kilogram.
Menyusul cabai merah keriting
Rp 15.000 per kilogram atau mengalami penurunan
harga sebesar Rp 13.000 per kilogram, cabai merah besar biasa turun
dari Rp 26.000 menjadi Rp 14.000
per kilogram, cabai rawit hijau
dari Rp 25.000 menjadi Rp 16.000
per kilogram.
BANYUMAS – Harga sayuran di sejumlah pasar di wilayah Banyumas dalam beberapa hari terakhir melonjak. Bahkan, lonjakan harganya mencapai dua kali lipat.
Harga buncis yang semula Rp 5 ribu, kini mencapai Rp 8 ribu. Harga casin dari Rp 3000 kini menjadi Rp.6000 per kilogram, kacang panjang dari Rp 4000 menjadi Rp.7000 per kilogram.
Harga wortel lokal naik dari Rp 6000 menjadi Rp 8000 per kilogram. Kondisi ini mengakibatkan pembeli mengeluhkan karena harga sayuran dinilai terlalu mahal.
“Saya tidak bisa menurunkan harga sayuran, karena dari sana memang sudah mahal,”kata seorang pedagang sayur di Pasar Banyumas, Ratmiati.
Menurut dia, dampak kenaikan harga yang sangat tinggi itu imbasnya mulai dirasakan pedagang. Penjualan sayuran di pasar kini mulai sepi dan mengakibatkan pendapatannya turun hingga 30 persen dari biasanya.
Apalagi, saat ini tidak ada orang yang hajatan. “Biasanya kalau ada orang hajatan itu mendingan, karena banyak masyarakat yang beli sayuran dalam jumlah banyak,” ujarnya.
harga brokoli yang semula Rp 15 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
“Rata-rata harga sayuran memang naik, pembeli pada mengeluh” jelasnya. Sementara itu, lonjakkan harga cabai di beberapa wilayah di Indonesia tidak terjadi di Banyumas.
Harga cabai dinilai pedagang masih dalam taraf stabil. Sejumlah pedagang mengatakan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 60 ribu perkilogram, cabai merah keriting Rp 35 ribu per kilogram, dan cabai lokal, 30 ribu perkilogram. “Harga tersebut masih wajar dan masih stabil,” ujar beberapa pedagang di Pasar Banyumas.
BANYUMAS – Harga sayuran di sejumlah pasar di wilayah Banyumas dalam beberapa hari terakhir melonjak. Bahkan, lonjakan harganya mencapai dua kali lipat.
Harga buncis yang semula Rp 5 ribu, kini mencapai Rp 8 ribu. Harga casin dari Rp 3000 kini menjadi Rp.6000 per kilogram, kacang panjang dari Rp 4000 menjadi Rp.7000 per kilogram.
Harga wortel lokal naik dari Rp 6000 menjadi Rp 8000 per kilogram. Kondisi ini mengakibatkan pembeli mengeluhkan karena harga sayuran dinilai terlalu mahal.
“Saya tidak bisa menurunkan harga sayuran, karena dari sana memang sudah mahal,”kata seorang pedagang sayur di Pasar Banyumas, Ratmiati.
Menurut dia, dampak kenaikan harga yang sangat tinggi itu imbasnya mulai dirasakan pedagang. Penjualan sayuran di pasar kini mulai sepi dan mengakibatkan pendapatannya turun hingga 30 persen dari biasanya.
Apalagi, saat ini tidak ada orang yang hajatan. “Biasanya kalau ada orang hajatan itu mendingan, karena banyak masyarakat yang beli sayuran dalam jumlah banyak,” ujarnya.
harga brokoli yang semula Rp 15 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu per kilogram.
“Rata-rata harga sayuran memang naik, pembeli pada mengeluh” jelasnya. Sementara itu, lonjakkan harga cabai di beberapa wilayah di Indonesia tidak terjadi di Banyumas.
Harga cabai dinilai pedagang masih dalam taraf stabil. Sejumlah pedagang mengatakan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp 60 ribu perkilogram, cabai merah keriting Rp 35 ribu per kilogram, dan cabai lokal, 30 ribu perkilogram. “Harga tersebut masih wajar dan masih stabil,” ujar beberapa pedagang di Pasar Banyumas.
Wonosobo, Harian Wonosobo – Memasuki awal tahun nasib baik sedang dialami oleh petani
sayur di wilayah lereng dieng, sindoro dan sumbing. Sebab, sejak
beberapa hari terakhir sayuran terus mengalami kenaikan. Padahal, proses tanam
dan perawatannya juga terbilang sudah cukup mudah.
Slamet petani kentang asal Kejajar mengaku, merasa bersyukur karena memasuki awal tahun 2016 harga sayur masih terus merangkak. Apalagi, untuk sayur kentang dan kubis harganya semakin hari semakin berkibar.
“Saya merasa senang, apalagi harga kentang sekarang sudah tembus Rp10ribu. Sehingga, modal yang digunakan untuk mengolah lahan dan tanam masih kembali. Bahkan, masih untuk cukup banyak, karena hasil panennya juga cukup maksimal,”tuturnya ditemui dilahannya, Rabu (6/1/2016).
Slamet petani kentang asal Kejajar mengaku, merasa bersyukur karena memasuki awal tahun 2016 harga sayur masih terus merangkak. Apalagi, untuk sayur kentang dan kubis harganya semakin hari semakin berkibar.
“Saya merasa senang, apalagi harga kentang sekarang sudah tembus Rp10ribu. Sehingga, modal yang digunakan untuk mengolah lahan dan tanam masih kembali. Bahkan, masih untuk cukup banyak, karena hasil panennya juga cukup maksimal,”tuturnya ditemui dilahannya, Rabu (6/1/2016).
Wonosobo,
Harian Jateng – Jika harga kubis terus naik, maka akan membuat
petani kubis di wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah akan semakin bertambah
sedikit alias tambah mahal. Pasalnya, perekonomian petani kubis di Kabupaten
Wonosobo terguncang.
Sejak beberapa Minggu ini penurunan harga kubis sangat tajam, perkilonya kubis hanya terjual Rp700.
Petani kubis asal Kalikajar Wonosobo, Bahrun mengaku sudah dipastikan petani kubis akan mengalami kerugian. Karena, harga kubis terus turun.
“Kalau harganya dibawah Rp1000 perkilogramnya, petani sudah tidak mungkin dapat keuntungan. Karena, harga aman untuk kubis itu dikisaran Rp1500 perkilogramnya,” tandas dia, Kamis (11/2/2016).
Sejak beberapa Minggu ini penurunan harga kubis sangat tajam, perkilonya kubis hanya terjual Rp700.
Petani kubis asal Kalikajar Wonosobo, Bahrun mengaku sudah dipastikan petani kubis akan mengalami kerugian. Karena, harga kubis terus turun.
“Kalau harganya dibawah Rp1000 perkilogramnya, petani sudah tidak mungkin dapat keuntungan. Karena, harga aman untuk kubis itu dikisaran Rp1500 perkilogramnya,” tandas dia, Kamis (11/2/2016).
Harga Sayuran Di Pasar Induk Merangkak Naik, Tomat Paling Drastis
WONOSOBO-Komoditas sayur mayur di Pasar Induk
Wonosobo mulai menunjukkan tren kenaikan harga, di pertengahan bulan ini. Dari
hasil pemantauan oleh tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sepanjang
minggu ketiga, beberapa jenis sayur menunjukkan perubahan harga menjadi lebih
mahal dari pekan sebelumnya.
Kenaikan harga komoditas sayuran paling tinggi dialami
Tomat, yaitu mencapai 50%. Dari sebelumnya Rp 6.000,- per kilogram, akhir minggu ketiga
lalu, Tomat dihargai Rp 9.000,- per
kilogram. Selain tomat, bawang merah dan cabe merah keriting juga menunjukkan
kenaikan harga. Bawang merah, yang sebelumnya
ada di harga Rp 17.000,- per kilogram, jadi Rp 20.000, sedang
cabe merah keriting, sebelumnya Rp 15.000,- per kilogramnya jadi Rp 16.000,-.
laporan hasil pemantauan dari Disperindag tersebut
juga menyebutkan adanya penurunan harga pada beras jenis
Pelita. Beras Pelita yang di pekan kedua ada di harga Rp 10.000,- menjadi Rp 9.500,-.
Bila di akhir minggu kedua bulan
Juni, harga gula kelapa masih berada di
angka Rp.14.000,- per Kilogram, pada awal minggu ketiga,
berdasar laporan dari tim pemantau kepokmas di pasar induk, gula merah sekarang
diperdagangkan di harga Rp 17.000,- per
kilo", jelas Kepala Kantor Perindag, Ir Karyoto MSi, ketika dihubungi pada
Jumat (26/6).
Bawang Merah sebelumnya Rp.30.000 /Kg
Menjadi Rp.24.000/Kg
harga
kentang sebelumnya Rp.8.000 /Kg Menjadi Rp.7.000/Kg
cabe merah keriting sebelumnya Rp.28.000 /Kg
Menjadi Rp.35.000/Kg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar